Saya Belum Perlu Ambil Asuransi Jiwa

Gambar IlustrasiCatatan ini bermula ketika saya dikontak oleh salah seorang calon nasabah. Dia menginginkan dijelaskan secara gamblang mengenai Tapro (tabungan dan proteksi) Allianz. Tidak tanggung-tanggung, suami muda yang masih berusia 26 tahun ini mengundang saya untuk datang ke kediamannya di daerah Kota Bekasi. Meski jaraknya sekitar 30 KM dari rumah, saya bersemangat mengunjunginya. 

Setelah bertemu, tak banyak basa-basi, ia langsung membuka pembicaraan, “Saya masih muda. Saya rasa, saya belum perlu ambil asuransi jiwa.”

Saya tertegun beberapa saat. Saya rasa, saya sedang ditantang seorang yang belum perlu asuransi. Kata ‘belum perlu’, menurut saya, sama saja dengan ‘mendahului kehendak Tuhan’ – meski tidak saya katakan secara langsung kepadanya. Maka, saya membuka penjelasan asuransi ini dengan terlebih dahulu berdiskusi masalah ‘kematian sebagai kehendak Tuhan’.

Tidak ada seorang pun, di dunia ini, apa pun agamanya, apa pun sukunya, apa pun kedudukannya, atau apa pun warna kulitnya yang bisa memundurkan atau memajukan kematian. Bahkan, orang yang meninggal dengan bunuh diri, dalam konsep agama, tetap disebut sebagai waktu yang ditetapan Tuhan – hanya jalan atau cara matinya saja yang ditentukan sendiri.

Pendek kata, kematian adalah kehendak Tuhan dan tidak bisa dimundurkan atau dimajukan. Pria tak merokok ini, lalu mengatakan, “Ya, sekarang saya sependapat mengenai kematian sebagai kehendak Tuhan. Tapi, peluang saya hidup kan lebih panjang daripada orang yang sudah tua?”

Tepat sekali, kata saya. Karena itu, seorang suami muda jauh lebih baik segera mengambil asuransi jiwa daripada para suami yang sudah tua. Sebab, semakin muda Anda mengambil asuransi jiwa, semakin murah harga yang harus dibayar untuk membeli polis asuransi jiwa.

“O, begitu ya?” katanya.

Tidak banyak diskusi lagi (saya kira suami muda ini sudah memahaminya dengan sangat sempurna), dia langsung minta dibuatkan ilustrasi asuransinya. Dengan melihat kondisi keuangannya, saya sodorkan asuransi jiwa dengan premi per bulan 500 ribu rupiah dengan perlindungan: Asuransi Dasar (Jiwa): 500 juta rupiah; 49 Penyakit Kritis (CI+): 500 juta; Kecelakaan (ADDB): 400 juta dan dengan Payor B. Basic (cover premi jika terjadi cacat total).

Demikianlah. Para suami muda sebaiknya cepat-cepat mengambil asuransi jiwa untuk melindungi diri dan keluarganya dari segala kemungkinan terburuk hidup. Dengan menyiapkan diri melalui asuransi jiwa, Anda akan hidup bahagia bersama keluarga, bahkan setelah Anda meninggal.

Jika Anda memerlukan asuransi jiwa, jangan sungkan untuk menghubungi kami.

 

 

Dede Sulaeman
Bussines Executive Allianz Star Network
Kontak: 085767622961 (Tlp/WA)
Email: desulanakata@yahoo.com

 

Iklan

Tentang Dede Sulaeman

Business Executive Allianz Star Network [] HP/WA 085767622961 [] Email: desulanakata@yahoo.com [] Tinggal di Cikarang Utara, Bekasi.
Pos ini dipublikasikan di Perencanaan Keuangan dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s