Menabunglah, Karena Itu Penting

Ilustrasi Anak MenabungSeingat saya, sejak sekolah dasar, saya diajarkan untuk menabung di sekolah. Bahkan, sambil menyerahkan celengan dari tanah liat, ibu saya mengatakan, “Tambah tabunganmu dengan menyimpannya di sini. Sewaktu-waktu kamu akan sangat memerlukannya sementara ibu tidak punya uang.”

Ketika kelulusan tiba, sekolah mengadakan rekreasi dan setiap anak harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Karena keluarga kami tidak kaya dan saat itu ibu saya memang tidak punya uang yang cukup untuk biaya rekreasi tersebut. Tapi, saya tidak khawatir karena saya telah mengikuti apa yang ibu saya sarankan beberapa tahun sebelumnya.

Ringkasnya, menabung itu penting bagi siapa pun, walaupun tidak semua orang melakukannya secara konsisten. Salah seorang yang termasuk disiplin dalam menabung adalah sahabat saya sendiri. Sekarang dia bekerja sebagai manajer di sebuah toko busana di Bekasi dan telah memiliki istri dan dua anak.

Saya bertanya kepadanya, “Sekarang Anda menabung di mana?”

“Di BCA.”

“Sudah lama?”

“Sejak satu tahun setelah menikah.”

“Wah, Anda hebat dan Anda menjadi murid yang baik, karena menerapkan ilmu yang sejak TK atau sekolah dasar diajarkan di sekolah.”

Dia tersenyum. Lalu saya kembali bertanya, “Apa yang Anda dapat atau harapkan dengan menabung itu?”

“Ya,” sambil kembali tersenyum dia mengatakan, “saya menyiapkan dana untuk masa depan keluarga, terutama untuk biaya sekolah anak nanti.”

“Setuju. Itu sangat baik,” kata saya.

Kembali saya bertanya, “Selain itu, apa lagi?”

Kini dia memasang wajah agak serius. “Saya menabung, karena banyak sekali gunanya. Yang pokok bagi saya, saya bisa menyiapkan dana yang cukup besar kalau sewaktu-waktu perekonomian keluarga saya sedang buruk. Selain itu, dengan dana yang sudah saya siapkan, saya bisa menyekolahkan anak-anak saya lebih baik.”

“Anda hebat. Anda sangat peduli dengan keluarga. Pasti istri dan anak-anak Anda sangat bahagia memiliki seseorang seperti Anda,” jawab saya.

“Ah, biasa saja, Kawan,” katanya merendah.

Obrolan mengalir sangat menyenangkan dan saya mengobrol menggunakan bahasa yang agak formal untuk menjaga kesopanan, walaupun sudah sejak lama kami berteman.

Saya kembali bertanya, “Berapa target angka menabung yang Anda perlukan?”

“Hmm, mungkin setidaknya 500 juta.”

“Sekarang sudah berapa lama dan berapa jumlahnya?”

“Sudah empat tahunan saya menabung, sebulan satu juta rupiah. Jumlahnya baru 48 juta lebih.”

“Berarti, untuk mencapai target 500 jutaan, Anda perlu menabung sekitar selama 42 tahun dan sekarang Anda perlu terus menabung 38 tahun lagi.”

“Ya. Betul.”

“Lalu, apakah mungkin terjadi risiko yang tidak Anda duga sebelumnya, misalnya tiba-tiba terjadi sesuatu pada Anda yang membuat Anda tidak bisa menabung lagi?”

“Bisa.”

“Nah, jika begitu, mungkin Anda tidak bisa melanjutkan menabung. Dan Anda berhenti di angka 48 juta.”

“Ya. Saya rasa begitu.”

“Jadi, bagaimana Anda berharap tabungan Anda bisa memenuhi cita-cita Anda: menyiapkan masa depan keluarga dan sekolah anak-anak?”

“Hmm… Saya rasa uang saya yang 48 juta itu solusinya.”

“Apakah itu cukup?”

Teman saya hanya tersenyum. Kemudian saya bercerita kalau saya menabung di Tapro Allianz. Di Tapro Allianz, untuk mencapai cita-cita menyiapkan masa depan keluarga, saya hanya perlu menabung secara rutin per bulan 750 ribu rupiah dan saya tidak perlu khawatir dengan risiko di tengah jalan, sekaligus saya sudah menyiapkan warisan untuk keluarga yang jumlahnya cukup besar.

Dengan menabung di Tapro Allianz, pertama, saya sudah menyiapkan tabungan 500 juta rupiah. Tabungan ini bisa saya pergunakan kelak untuk dana darurat kalau terjadi masalah besar dalam keuangan; dana pensiun; atau untuk biaya kuliah anak.

Kedua, dengan menabung di Tapro Allianz, saya sudah menyiapkan warisan untuk orang yang saya cintai (istri dan anak-anak). Seingat saya, orang-orang dahulu, mereka menyiapkan warisan dengan membeli aset berupa tanah atau emas dan sekarang saya menyiapkan warisan melalui Tapro Allianz.

Ketiga, dengan menabung di Tapro Allianz, saya telah menghindari masalah atau kesulitan keuangan keluarga saya. Mengapa demikian? Jika kita pergi ke Rumah Sakit Khusus Kanker, Darmais untuk menjenguk saudara atau teman yang sedang dirawat di sana, cobalah bertanya kepada dokter atau pihak Rumah Sakit, berapa biaya untuk mengobati setiap orang yang sakit kanker? Mungkin dokter atau pihak rumah sakit akan menjawab, biayanya sekira 500 juta sampai 1 milyar.

Artinya, orang yang terkena sakit kanker ia harus menyiapkan dana untuk biaya pengobatan yang cukup besar. Jadi, kalau terjadi sesuatu pada saya, saya sudah menyiapkan biaya untuk pengobatan dan dengan ini saya tidak akan menyusahkan keluarga.

Sebab, kalau saya tidak menyiapkan ini dan hal buruk itu datang, pilihannya ada tiga: saya harus menjual harta yang ada, jika saya masih memiliki aset berharga; atau saya meminjam uang kepada sanak-saudara, jika ada saudara yang sanggup meminjamkannya; atau saya meminta sumbangan kepada masyarakat, dan saya rasa, mental saya tidak cukup kuat untuk melakukan itu.

Lalu, saya perlihatkan ilustrasinya kepada teman saya itu:
Menabung di Tapro
“Wah, ini bagus sekali. Bagaimana caranya saya bisa menabung seperti Anda?” katanya.

Kemudian saya mengilustrasikan program Tapro Allianz untuknya, seperti ini:

Tuan Sahabat

Nah, jika Anda ingin menabung di Tapro Allianz, jangan sungkan untuk menghubungi kami.

Dede Sulaeman
Bussines Executive Allianz Star Network
Kontak: 085767622961 (Tlp/WA)
Email: desulanakata@yahoo.com

Iklan

Tentang Dede Sulaeman

Business Executive Allianz Star Network [] HP/WA 085767622961 [] Email: desulanakata@yahoo.com [] Tinggal di Cikarang Utara, Bekasi.
Pos ini dipublikasikan di Perencanaan Keuangan dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s