Skema Unit Link: 1 Asuransi dengan Banyak Pilihan Proteksi

GambarJenis asuransi non tradisional, hingga kini hanya satu, yaitu unit link. Unit link merupakan asuransi dengan dua wadah: wadah untuk proteksi dan investasi. Uang premi yang dibayarkan sebagian digunakan untuk membayar proteksi dan sebagian lagi ditempatkan pada reksa dana dalam bentuk unit link.

Membeli produk unit link seperti menyelam sambil minum air. Sekali membeli, dua manfaat langsung bisa diperoleh. Pertama, memperoleh perisai asuransi untuk melindungi kita dari kejadian tak terduga di masa depan. Kedua, mendapatkan manfaat investasi yang akan menambah aset.

Hal itu karena di dalam skema produk unit link, uang yang disetorkan nasabah tidak hanya diperuntukkan membayar premi asuransi, tetapi juga diinvestasikan oleh perusahaan asuransi melalui manajer investasi, agar nilainya terus berkembang.

Dalam perencanaan keuangan, asuransi itu bagian dari biaya seperti halnya pengeluaran untuk listrik dan telepon, dll. Yang namanya biaya, tentu hangus alias tidak kembali. Dan sebagai gantinya, kita memperoleh proteksi. Entah musibah terjadi atau tidak, kita tetap memperoleh proteksi. Proteksi tidak bisa dilihat atau diraba secara fisik, tapi bisa dirasakan dalam bentuk ketenangan (intangible). Seseorang yang memiliki proteksi, akan merasa tenang, kerena ia sudah menyiapkan ‘payung’ meskipun ‘hujan’ tidak turun.

Dalam produk unit link, biaya-biaya asuransi tetap harus dibayar selama nasabah diproteksi. Misalnya, nasabah diproteksi selama 10 tahun, maka biaya premi harus dikeluarkan selama itu. Di unit link, biasanya seseorang dapat melakukan cuti premi 10 tahun. Kata ‘dapat’ di sini bermakna: bisa ya bisa juga tidak. Artinya, nasabah merencanakan menyetor premi sampai 10 tahun untuk proteksi lebih dari 10 tahun. Lalu, pada tahun ke-11, apakah premi tidak dibayar? Premi tetap dibayar, hanya saja dibayar dengan nilai hasil investasi yang dikembangkan dalam unit link tersebut.

Jadi, nasabah bisa merencanakan proteksi sampai lebih dari 10 tahun, dengan membayar premi 10 tahun. Meskipun hal ini tergantung kinerja investasi di unit link. Jika selama 10 tahun kinerjanya cukup bagus, misalnya berada di interval 13% – 18% per tahun, maka nasabah bisa melakukan itu. Tapi, jika kinerjanya jelek, maka nasabah akan disarankan untuk menyetor kembali top up pada tahun ketika nilai investasinya minus. Hal itu supaya proteksi asuransi tetap berlaku (inforce).

Selain ada biaya untuk membayar proteksi asuransi, dalam produk unit link ada biaya biaya lain yang harus dibayarkan nasabah. Berikut rinciannya.

Pertama, biaya akuisisi, yaitu potongan yang dikenakan dari premi dasar unit link (tidak termasuk top up berkala), besarnya variatif, ada yang total 145% selama 5 tahun (seperti di unit link Allianz), ada pula yang lebih dari 200%. Biaya akuisisi digunakan sebagian besar untuk komisi dan bonus agen, selebihnya untuk membiayai penerbitan polis, medical check up, dan urusan surat-menyurat. Karena ada biaya akuisisi inilah nilai investasi unit link akan sangat rendah di tahun-tahun awal.

Kedua, biaya asuransi (cost of insurance [COI] atau tabarru dalam asuransi syariah), yaitu biaya yang dikenakan untuk tiap manfaat asuransi yang diambil. Besarnya tergantung usia, jenis kelamin, pekerjaan, jenis proteksi yang diambil, dan besar uang pertanggungannya. Biaya asuransi dikenakan selama masa proteksi (misalnya untuk asuransi jiwa dasar berarti sampai usia tertanggung 100 tahun atau sampai meninggal dunia, mana yang lebih dulu). Adanya biaya asuransi ini menjadikan investasi unit link sulit diharapkan keuntungannya, karena biaya asuransi atau tabarru ini naik seiring usia.

Ketiga, biaya administrasi, akuisisi, dan asuransi. Tiga biaya ini tidak terdapat pada reksadana, oleh karena itu ketiganya harus dipandang sebagai biaya-biaya untuk mendapatkan manfaat proteksi. Jika tujuan Anda membeli unit link adalah untuk berasuransi, tinggal dilihat apakah biaya-biaya tersebut cukup layak (worth it) dibandingkan dengan manfaat asuransi yang diterima. Tapi jika tujuan Anda membeli unit link lebih ke keuntungan investasi, adanya biaya-biaya ini jelas akan menggerus saldo investasi Anda.

Keempat, biaya top up/pembelian, penarikan, pengelolaan investasi, bank kustodian, pengalihan dana/switching, dan pajak, yaitu biaya-biaya yang berkaitan dengan investasi. Jika hanya membandingkan biaya-biaya ini, sebetulnya biaya antara unit link dan reksadana tidak terpaut jauh, tapi secara keseluruhan biaya reksadana masih lebih rendah. Jadi, jika Anda ingin mendapatkan keuntungan investasi, reksadana lebih disarankan daripada unit link.

Lalu, apa fungsi nilai investasi pada unit link jika memang tidak disarankan untuk mencari keuntungan investasi? Seperti telah dijelaskan sekilas di muka, fungsi utamanya adalah untuk melindungi polis unit link Anda supaya proteksinya tetap berlaku. Perlu diketahui, aturan dasar dalam unit link adalah: proteksi polis tetap berlaku selama tersedia dana cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi.

Keterangan ini selalu dinyatakan dalam setiap proposal unit link, meski banyak nasabah yang tidak menyadarinya. Jika dana tidak cukup untuk membayar biaya asuransi dan administrasi, maka polis lapse (batal, perlindungan berhenti). Solusinya sebelum itu terjadi, nasabah harus melakukan topup secara manual (menyetor sejumlah dana ke rekening unit linknya).

Nilai investasi pada unit link juga memiliki fungsi lain yang terkait dengan fungsi utama di atas, yaitu memungkinkan nasabah mengambil cuti premi. Cuti premi artinya berhenti menyetor premi, bisa untuk sementara atau selamanya, dan pada saat yang sama nasabah tetap memperoleh perlindungan asuransi karena biaya asuransi dan administrasi dipotong setiap bulan dari saldo. Fitur cuti premi ini adalah khas pada unit link, tidak terdapat pada produk asuransi jenis lain.

Satu Asuransi, Banyak Pilihan Proteksi
Dalam konteks unit link Allianz, salah satunya produk Allisya Protection Plus (unit link syariah), ketika nasabah mengambil produk unit link, ia bisa mengambil beberapa proteksi. Proteksi pokok yang wajib diambil adalah asuransi jiwa. Asuransi jiwa wajib diambil, sementara asuransi tambahannya tidak wajib (pilihan).

Produk Allisya Protection Plus menyediakan beberapa proteksi penting dan prioritas, yaitu asuransi jiwa, sakit kritis (ada pilihan CI+ dan CI100), kecelakaan (ADDB), cacat tetap total (TPD), juga asuransi kesehatan untuk biaya rawat inap (HSC [Askes Cashless] dan Flexicare Family [santunan harian]).

Pendek kata, dengan megambil satu produk unit link, nasabah bisa mengambil banyak pilihan proteksi sesuai prioritasnya. Perlu dijelaskan di sini, banyak tidaknya proteksi yang diambil, akan memengaruhi besar premi yang harus dibayarkan. Demikian.[]

Dede Sulaeman
Bussines Executive Allianz Star Network
Kontak: 081514218704/085767622961 (WA), Pin BB 5AD03653
Email: desulanakata@yahoo.com
Blog: proteksipenghasilan.com

Iklan

Tentang Dede Sulaeman

Business Executive Allianz Star Network [] HP/WA 085767622961 [] Email: desulanakata@yahoo.com [] Tinggal di Cikarang Utara, Bekasi.
Pos ini dipublikasikan di Produk dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s