Inisiatif Datang dari Istri

GambarInsiatif tidak selalu datang dari orang yang pantas untuk berinsiatif. Jika ada seorang suami yang telah memiliki anak berinisiatif untuk mengambil perlindungan jiwa, sakit kritis, kecelakaan, atau cacat, menurut pikiran saya, adalah sesuatu yang wajar. Sebab, ia memiliki tanggungan hidup sebagai kepala keluarga.

Seorang suami wajar memiliki kepedulian pada buah hati dan istrinya. Kalau-kalau terjadi risiko – entah pindah dunia atau sakit berat atau risiko berat lainnya – ia akan merasa tenang karena telah menyiapkan uang pertanggungan yang cukup untuk orang-orang yang ia sayangi.

Saya tidak mengatakan istri yang berinisiatif mengambil proteksi untuk suaminya sebagai tidak wajar. Seorang istri berinisiatif dan mendorong suaminya untuk mengambil proteksi adalah sesuatu yang luar biasa. Istri yang sekarang berusia 26 tahun dan lebih muda 3 tahun dari suaminya ini terlihat sangat peduli dengan keluarganya.

Ketika saya datang ke rumahnya, istri luar biasa ini banyak bicara dan bertanya sampai-sampai saya kewalahan menjawabnya, seperti seorang guru SD menghadapi pertanyaan yang dilontarkan 40 anak didiknya. Sementara saya lihat, hanya sesekali suaminya bertanya dan berkomentar, selebihnya menyungging senyum ketika saya berusaha berkelakar.

Sungguh luar biasa! Itu kata yang tepat untuk mengungkapkan kekaguman saya pada keluarga ini, terutama istrinya. Kesadaran dan pikirannya hebat karena ia mampu merencanakan hidup tidak saja untuk beberapa tahun, tapi jauh ke depan.

Ketika itu saya tanya, “Kondisi apa yang bisa memaksa seseorang berhenti pendapatannya?”

Istrinya menjawab, “Sakit berat dan meninggal. Dan tua ketika anak kami belum bisa mandiri.”

Saya tanya, “PHK, bisa tidak?”

“PHK bukan keadaan yang saya khawatirkan. Seperti sakit biasa, jika ada PHK, kami bisa mencari pekerjaan di tempat lain atau membuka usaha. Yang kami khawatirkan adalah keadaan yang membuat kami tidak bisa produktif lagi,” tandas istrinya.

Saya tidak mampu mengucapkan kata-kata lagi. Pemikiran itu luar biasa dan saya sebagai seorang agen asuransi harus belajar dari nasabah ini.

Pertemuan kami berlangsung sekira bulan Mei 2015. Dengan berbagai pertimbangan keduanya, untuk suaminya ia mengambil program Tapro Allisya Protection Plus. Premi per bulan 450 ribu. Uang Pertanggungan Jiwa Dasar 200 juta; Jiwa Term Life 200 juta; Sakit Kritis (CI100) 200 juta; Kecelakaan (ADDB) 200 juta; ditambah payor.

Berikut ilustrasinya:

Ilustrasi Inisiatif Istri

 

Dan pada awal bulan Maret tahun ini, istrinya yang dulu mengambil inisiatif untuk suaminya itu, sekarang berinisiatif mengambil Tapro Allisya Protection Plus untuk dirinya sendiri. Ia mengatakan dengan terus terang, dirinya merasa tidak tenang kalau belum mengambil program perlindungan seperti suaminya. Saya sampaikan selamat kepada keluarga kecil ini. Semoga keberkahan, kesejahteraan, dan limpahan karunia Tuhan selalu menghampiri keluarganya.

Dede Sulaeman
Bussines Executive Allianz Star Network
Kontak: 085767622961 (Tlp/WA)
Email: desulanakata@yahoo.com

Iklan

Tentang Dede Sulaeman

Business Executive Allianz Star Network [] HP/WA 085767622961 [] Email: desulanakata@yahoo.com [] Tinggal di Cikarang Utara, Bekasi.
Pos ini dipublikasikan di Perencanaan Keuangan dan tag , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s