Alihkan Beban Risiko kepada Asuransi

Pikul BebanRobert T. Kiyosaki dalam buku The Cashflow Quadrant (2013) pernah dinasehati oleh ‘Ayah Kaya’-nya. “Kalau kau berutang secara pribadi, pastikan jumlahnya kecil. Kalau kau berutang besar, pastikan orang lain yang membayarnya.” 

Nasehat ini sejatinya ditujukan kepada semua orang yang ingin mengembangkan dirinya sebagai pebisnis dan investor, supaya ia menyadari bahwa posisi terbaik dalam melakukan transaksi keuangan adalah di posisi kuadran kanan, yaitu pebisnis yang mendapatkan uang dari sistem yang ia bangun dan investor yang uangnya bekerja menghasilkan uang lebih banyak bagi dirinya.

Tapi saya ingin menghubungkannya dengan hal lain, yaitu dengan risiko hidup berupa sakit berat, kecelakaan, cacat, dan meninggal. Kalimat kedua dari nasehat itu berbunyi, “Kalau kau berutang besar, pastikan orang lain yang membayarnya.”

Risiko besar bisa memposisikan seseorang sebagai pengutang besar. Saya ilustrasikan begini. Salah satu sebab risiko besar yang bisa memaksa seseorang menjadi pengutang besar adalah sakit kritis (critical illness). Misalnya, seorang kepala keluarga mengalami sakit kanker. Sebagaimana dimaklum sakit kanker adalah sakit berat yang memerlukan biaya yang cukup besar dan waktu pengobatan yang lama. Bahkan, mungkin, untuk menjalani pengobatan, seseorang bisa menghabiskan uang ratusan juta atau miliaran rupiah.

Jika seseorang sangat kaya, memiliki banyak uang untuk biaya pengobatan, mungkin tidak terlalu bermasalah. Ia hanya perlu mengeluarkan uang cash atau menukar beberapa asetnya dengan uang untuk biaya pengobatan. Tapi, bagi seseorang yang terbatas keuangan dan asetnya, ia akan memaksakan diri berutang demi mengobati penyakitnya.

Jika ia memiliki rumah yang ditinggali, ia akan menjaminkan rumahnya kepada bank untuk meminjam sejumlah uang untuk biaya pengobatan. Sebab, jika ia menjual rumahnya, maka keluarganya tentu akan memiliki masalah tempat tinggal.

Karena biaya pengobatan yang besar, maka ia meminjam uang di bank pun cukup besar dengan jaminan rumah tinggalnya tadi. Dan, bank, akan memaksa seseorang untuk memiliki utang sangat besar. Karena dengan beban bunga yang cukup besar, jika waktu pembayarannya diulur, maka utangnya bisa terus menggunung. Ditambah lagi, semasa pengobatan, seseorang secara otomatis akan berhenti bekerja (produktivitas berhenti).

Dan, utang besar yang terpaksa dipikul oleh seseorang yang mengalami sakit kanker tersebut tentu bebannya akan dipikul sendiri, dia dan keluarganya. Karena sejak awal ia sadar bahwa utang besar itu adalah beban dirinya dan bukan beban orang lain.

Lain halnya jika seseorang mengikuti saran yang disampaikan ‘Ayah Kaya’ Kiyosaki tadi: “Kalau kau berutang secara pribadi, pastikan jumlahnya kecil. Kalau kau berutang besar, pastikan orang lain yang membayarnya.” Apa maksudnya? Kok bisa beban utang yang besar milik orang lain?

‘Ayah Kaya’ Kiyosaki membicarakan ini dalam konteks bisnis properti. Sederhananya, sesuai dengan pemahaman saya begini. Seorang investor bisa membeli tanah sekian ratus meter persegi. Lalu ia membangun komplek perumahan cluster dan orang-orang mengambil rumah dengan cara mencicil setelah sebelumnya membayar DP.

Investor ini, sebelumnya bisa saja menggunakan uang orang lain untuk membeli tanah dan membangun perumahan. Tapi, keuntungan yang ia peroleh jauh lebih besar daripada biaya-biaya yang ia keluarkan. Artinya, utang besar yang digunakan untuk membeli tanah dan membangun perumahan, bisa dilunasi oleh orang-orang yang mengambil rumah dan ia tetap memperoleh keuntungan besar setelah utang besarnya mampu dilunasi orang-orang yang mengambil rumah.

Lebih jauh, Kiyosaki mengatakan, ketika ‘Ayah Kaya’-nya meminjam uang, ia berusaha sebaik mungkin untuk tidak menjadi orang yang membayar pinjamannya. ‘Ayah Kaya’-nya mendorong Kiyosaki untuk membeli properti sewaan, karena bank memberi pinjaman tapi yang membayar adalah penyewa properti.

Mungkin, saya keliru menginterpretasikan nasehat ini, ketika menghubungkannya dengan risiko sakit kritis yang bisa dialami oleh seseorang (karena itu saya memohon maaf, jika memang ini keliru). Meski konteksnya berbeda (Kiyosaki dalam konteks bisnis dan investasi; sedang saya risiko sakit, dll.), tapi menurut saya ada kesamaannya, dalam hal ‘Kalau kau berutang secara pribadi, pastikan jumlahnya kecil dan kalau kau berutang besar, pastikan orang lain yang membayarnya.’

Ketika sehat, seseorang bisa saja mengalami risiko sakit kritis dan ia terpaksa harus mengambil utang yang besar. Oleh karena itu, ketika masih sehat, ia harus berinisiatif mempraktikkan nasehat ini: ‘Kalau kau berutang secara pribadi, pastikan jumlahnya kecil. Kalau kau berutang besar, pastikan orang lain yang membayarnya.’

Nasehat ini saya interpretasikan dalam konteks asuransi untuk proteksi sakit kritis dll. Jadi, ‘ambillah asuransi secara pribadi dengan cicilan (utang) premi kecil dan Anda akan mendapat jaminan proteksi berupa uang tunai besar dari perusahaan asuransi supaya terhindar dari utang besar.’ Begitulah asuransi bekerja.

Secara konkret, asuransi, salah satunya produk Allisya Protection Plus memiliki produk yang bisa menjamin atau memberikan uang pertanggungan untuk sakit kritis berupa uang tunai yang besar dengan cicilan premi kecil dengan syarat: ketika mendaftar seseorang harus sehat.

Misalnya, seseorang (laki-laki, usia 26-30 tahun), premi per bulannya 1,3 juta, ia akan memperoleh proteksi jiwa 1 miliar, Sakit Kritis (CI100) 1 miliar, Kecelakaan Berat (ADDB) 1 miliar, Cacat Tetap Total (TPD) 1 miliar, dan Payor Benefit. Artinya, ketika ia terdiagnosa sakit kritis, perusahaan asuransi akan membayarkan klaim uang tunai 1 miliar kepada keluarganya. Begitu juga dengan jiwa, kecelakaan berat, dan cacat tetap total, masing-masing nilai jaminannya 1 miliar.

Dengan demikian, ketika terjadi risiko sakit kritis, kecelakaan berat, atau cacat tetap total, ia tidak perlu meminjam uang besar untuk menanggung kerugian karena risiko tersebut.

Berikut contoh ilustrasinya.

Ilustrasi

 

(Catatan: semakin muda usia masuknya, semakin kecil preminya)

Demikian, semoga artikel ini bermanfaat.[]

Dede Sulaeman
Bussines Executive Allianz Star Network
Kontak: 085767622961 (Tlp/WA)
Email: desulanakata@yahoo.com

 

Iklan

Tentang Dede Sulaeman

Business Executive Allianz Star Network [] HP/WA 085767622961 [] Email: desulanakata@yahoo.com [] Tinggal di Cikarang Utara, Bekasi.
Pos ini dipublikasikan di Perencanaan Keuangan dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s