Mengurangi Dampak Musibah

Klaim Julia PerezAsuransi mampu mengurangi dampak dari musibah sakit kritis dan mungkin mengurangi atau bahkan menghilangkan deritanya.

Salah satu buku yang berulangkali saya baca: Meraih Kebahagiaan (2004), karangan Jalaluddin Rakhmat, salah seorang pakar ilmu komunikasi. Saya menyukai buku itu, karena bahasanya sederhana dan mudah dipahami (logis), juga banyak hikmah yang menurut saya mencengangkan.

Dan, salah satu hal yang membuat saya ternganga adalah penjelasan mengenai musibah dan penderitaan. Jalaluddin membedakan secara jelas antara musibah dan penderitaan. Dengan mengutip pendapat para filusuf ia menegaskan bahwa musibah adalah realitas objektif; sedangkan penderitaan adalah realitas subjektif. Musibah adalah dunia di luar diri kita; penderitaan adalah pictures in our head.

Musibah – semisal kehilangan anak atau istri atau orangtua, kebakaran rumah, penyakit, kecelakaan, kemelaratan, penghinaan, penghianatan – semuanya berasal dari luar diri kita. Sementara penderitaan adalah perasaan pedih dalam jiwa, bisa jadi karena musibah atau bukan musibah.

Itu sebabnya, ada orang yang mendapatkan musibah kemudian menyalahkan siapa pun. Jika orang yang beragama, tak segan ia menyalahkan Tuhan. Tapi tak sedikit orang yang ketika ditimpa musibah, ia hanya mengusap dada kemudian menata diri untuk bangkit dari keterpurukan.

Dua orang istri yang diceraikan suami boleh jadi memiliki respon berbeda. Istri yang satu meluapkan kekecewaannya: ia menangis dan meratap; menyalahkan siapa pun yang ia anggap layak untuk disalahkan; ia kemudian menutup diri dan menikmati depresi yang berkepanjangan.

Istri yang lain, mungkin akan merasa sedih hanya beberapa hari. Selanjutnya ia tersenyum dengan penuh keyakinan: laki-laki yang baik bagi dirinya akan hadir, tepat ketika puncak kesabarannya membumbung.

Dalam kehidupan, seseorang tidak bisa menghindari musibah, walaupun ia bisa mengurangi kekuatan dan dampaknya. Misalnya, orang bisa meminimalisasi kemungkinan datangnya musibah sakit dengan menerapkan pola hidup sehat: makan yang bergizi, olahraga teratur sesuai yang dianjurkan, dan istirahat cukup. Orang-orang di Jepang menerapkan teknologi anti-gempa untuk rumah-rumah yang mereka huni, sebab gempa datang lebih rutin di sana daripada di negara-negara lain.

Tapi musibah bisa datang kapan dan kepada siapa saja. Maka, tiga hal yang sepatutnya disiapkan oleh seseorang: meminimalisasi besarnya kekuatan musibah, mengurangi dampak dari musibah, dan mengurangi atau jika mampu menghilangkan derita. Itu semua supaya kita menjadi orang yang bahagia, tidak menderita.

Bagaimana menyiapkan dan melakukan tiga hal itu?

Pertama, untuk meminimalisasi besarnya kekuatan musibah, kita harus melakukan beberapa upaya yang dianjurkan para ahli. Jika yang akan kita minimalisasi adalah penyakit kritis semisal jantung, stroke, atau kanker, maka lakukanlah anjuran pakar kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat. Jika tak ingin rumah kena musibah banjir, sayangilah alam dengan menanam pohon, tidak membuang sampah sembarangan, merawat sungai bersama-sama, atau pindah dari tempat rendah yang biasa terkena banjir ke tempat yang lebih tinggi.

Kedua, untuk mengurangi dampak dari musibah, lakukan hal-hal yang mampu mengurangi dampak dari musibah. Jika yang ingin dikurangi adalah dampak dari musibah sakit kritis, maka lakukan sesuatu yang mampu mengurangi dampak dari sakit kritis. Ketika seseorang terkena musibah sakit kritis dampak nyatanya adalah kebutuhan biaya yang cukup besar, jika tidak disebut sangat besar. Banyak orang yang habis hartanya karena salah seorang anggota keluarganya menderita sakit kritis. Waktu pengobatan yang panjang dan biaya berobat yang mahal, memaksa seorang penderita sakit kritis mengeluarkan banyak uang dan bahkan menjual seluruh aset yang dimilikinya demi kesembuhan sakitnya.

Lalu apa yang harus dilakukan sekarang? Jika kita masih sehat, lekaslah ambil asuransi yang memproteksi sakit kritis dengan uang pertanggungan (UP) cukup besar, karena asuransi mampu mengurangi dampak dari musibah sakit kritis: masalah keuangan. Dengan mengambil asuransi sakit kritis dan mencicil preminya dengan uang kecil, ketika musibah itu datang, seseorang akan mampu mengurangi dampak dari sakit kritis.

Kepada nasabah yang mengambil proteksi sakit kritis dan nasabah tersebut terdiagnosa sakit kritis, perusahaan asuransi akan memberikan uang tunai – besarnya sesuai dengan kontrak di polis asuransi – yang bisa digunakan untuk biaya pengobatan sakit kritis.

Dengan demikian, seseorang tidak perlu lagi mengeluarkan banyak uang dari kantongnya saat itu. Bahkan jika UP asuransinya cukup besar – setelah dilakukan pengobatan dan sembuh – uang pertanggungan tersebut masih ada sisa cukup besar yang bisa digunakan untuk modal usaha. Karena bisa jadi orang yang mengalami sakit kritis, setelah sembuhnya menyisakan cacat yang membuatnya tidak lagi produktif di tempatnya bekerja dulu. Hal ini akan memaksanya melakukan pekerjaan lain semisal berdagang yang membutuhkan modal.

Ketiga, untuk mengurangi atau menghilangkan derita, seseorang harus meneguhkan aspek psikologis dan spiritualnya. Ketika musibah sakit kritis itu datang, terimalah itu sebagai ujian dari Tuhan, lalu berdoa, semoga ujian itu dapat mengikis dosa-dosa. Bersabar dan yakinlah bahwa ujian itu akan berakhir dengan manis. Sebab, jika kita terus-menerus memasang mimik menderita dan meratapi musibah yang dialami, kondisi kita akan semakin buruk. Dekatkan diri pada Tuhan, karena aspek spiritual dapat memberikan keajaiban dengan kehendak-Nya.

Dengan menyiapkan dan melakukan tiga hal tersebut, seseorang akan mampu mengurangi penderitaan atau bahkan menghilangkannya, meskipun musibah datang dengan sangat berat. Demikian. Semoga bermanfaat.[]

Dede Sulaeman
Bussines Executive Allianz Star Network
Kontak: 085767622961 (Tlp/WA)
Email: desulanakata@yahoo.com

Iklan

Tentang Dede Sulaeman

Business Executive Allianz Star Network [] HP/WA 085767622961 [] Email: desulanakata@yahoo.com [] Tinggal di Cikarang Utara, Bekasi.
Pos ini dipublikasikan di Perencanaan Keuangan dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s