Ketika Semua Orang Menyukai Utang

Salah seorang leader saya di Allianz Star Network pernah bercerita. Lima belas tahun lalu, kisahnya, ia lulus dari teknik sipil salah satu universitas ternama di Yogyakarta dengan nilai tertinggi.

Pasca lulus itu, ia bekerja di perusahaan kontraktor di Jakarta Utara. Gaji yang didapat sangat kecil, jika melihat profil pendidikannya yang mentereng. Namun, ia menerima saja apa yang didapat. Ia bekerja rajin dan penuh dedikasi.

Pria yang mengaku seorang introvert ini hanya ingin hidupnya bahagia. Ia mengaku tidak ingin kaya, hanya bahagia yang dicarinya. Keluarganya cukup dari sisi keuangan, karena punya usaha.

Seperti dataran bumi ini, hidup tidak rata dan lurus saja. Ia pun mengalami sesuatu yang sulit dalam hidupnya. Usaha orangtuanya yang cukup besar, hilang begitu saja. Secara tiba-tiba toko yang baru saja diisi barang-barang belanja, terbakar dan menghabiskan semuanya.

Tidak ada sisa dari toko yang menjadi sumber hidup keluarganya. Yang tersisa justru utang yang cukup banyak, bahkan sangat banyak bagi seseorang yang baru saja terkena musibah.

Aset-aset semua dijual untuk melunasi utang-utang. Bahkan sampai semuanya habis, utang masih belum lunas. Orangtuanya tidak bisa meninggalkan apa pun kecuali utang.

Itu salah satu bentuk musibah yang dampaknya berupa peninggalan utang. Jika kejadiannya seperti itu, mungkin seseorang, semisal leader saya dan orangtuanya bisa bangkit kembali dengan memulai kembali bisnisnya.

Namun demikian, ada beberapa musibah lain yang bisa membuat seseorang kesulitan, salah satunya, meninggal dunia. Jika seseorang meninggal dunia dan ia meninggalkan keluarga yang kebutuhan hidupnya masih harus ditanggung, maka keluarga itu akan kesulitan.

Selain itu, seseorang yang meninggalkan keluarga yang menjadi tanggungan, bisa jadi meninggalkan utang, bahkan utang yang tidak kecil. Sebab, sekarang utang menjadi sesuatu yang lazim dimiliki oleh hampir setiap orang.

Percaya atau tidak, masyarakat kita hari ini, 95% menyukai utang (data ini boleh diperdebatkan). Sebab sekarang, hampir semua orang mengambil utang. Ingin memiliki rumah untuk keluarga, ambil KPR. Ingin punya kendaraan, ambil cicilan di leasing. Mau belanja barang elektronik, pakaian, makanan, pake kartu kredit. Ingin ini dan itu, ambil utang.

Pendek kata, hampir semua orang mempunyai cicilan ini dan itu. Sehingga ketika risiko itu datang secara mendadak, maka keluarga yang ditinggalkan, bukan diberikan warisan uang, tapi malah warisan utang, bahkan mungkin utang yang besar.

Maka pertanyaannya, untuk orang yang sangat Anda cintai, mau mewariskan utang yang banyak atau uang tunai yang miliaran kepada mereka?

Ini poin penting yang ingin saya kemukakan. Oleh karena itu, saya ingin membagi informasi mengenai sebuah cara ringan untuk mengatasi problem tersebut.

Jika masih sehat dan produktif, Anda disarankan mengambil proteksi jiwa dengan uang pertanggungan besar, setidaknya satu miliar (baca juga: Premi 355 Ribu, UP Jiwa 1 M). Karena dengan begitu Anda telah siap sedia sedini mungkin menyiapkan warisan uang tunai yang besar dan bukannya utang yang besar.

Di Allianz, Anda bisa mengambil program tabungan dan proteksi (Tapro) dengan pilihan pembayaran premi bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan. Dan Anda juga bisa memilih yang syariah atau non syariah.

Memang betul, dengan mengambil program Tapro, Anda membuat cicilan baru. Tapi cicilan baru ini, akan mampu mem-backup cicilan-cicilan lain, ketika risiko itu datang.

Dengan demikian, mengambil Tapro untuk menyiapkan warisan uang tunai besar untuk orang yang dicintai menjadi cara bijak dan mudah di zaman, dimana utang adalah sesuatu yang lumrah.[]

 

Dede Sulaeman
Business Executive Allianz Star Network
Kontak: 085767622961 (Tlp/WA)
Email: desulanakata@yahoo.com

Iklan

Tentang Dede Sulaeman

Business Executive Allianz Star Network [] HP/WA 085767622961 [] Email: desulanakata@yahoo.com [] Tinggal di Cikarang Utara, Bekasi.
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan Asuransi dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Ketika Semua Orang Menyukai Utang

  1. Ping balik: Rider Term Life: Asuransi Jiwa Tambahan yang Ekonomis | AGEN ASURANSI JIWA DAN KESEHATAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s