Underwriting: Menciptakan Keadilan dalam Pembebanan Premi

Ketika berhungan dengan asuransi, kita akan mendengar istilah underwriting. Apa itu? Secara sederhana underwriting diartikan sebagai proses identifikasi dan seleksi risiko.

Saat mengajukan asuransi, calon tertanggung akan terlebih dahulu melalui proses underwriting sebelum akhirnya mereka dibebankan premi dengan jumlah tertentu.

Bagaimana proses underwriting dilakukan? Hal yang pertama kali adalah identifikasi risiko terhadap calon tertanggung oleh underwriter. Underwriter merupakan sebutan bagi personil perusahaan asuransi yang bertanggung jawab untuk mengevaluasi resiko calon tertanggung.

Istilah Makna
Calon Tertanggung Calon peserta yang akan ditanggung risikonya oleh asuransi
Underwriting Proses identifikasi dan seleksi risiko
Underwriter Personil perusahaan asuransi yang bertanggung jawab untuk mengevaluasi resiko calon tertanggung

Lalu, faktor-faktor apa saja yang dapat ditinjau oleh underwriter dalam proses identifikasi risiko? Adalah faktor kesehatan, pekerjaan, gaya hidup, hobi, dan juga lokasi tempat tinggal.

Artinya, kesehatan yang buruk; pekerjaan yang berisiko tinggi; gaya hidup yang berisiko tinggi, semisal merokok, minum alkohol, dll.; hobi yang berbahaya, misal terjun payung, dll.; dan tempat tinggal yang berisiko terkena bencana alam dan sebagainya, akan memengaruhi besaran premi yang dikenakan kepada calon tertanggung.

Setelah identifikasi risiko selesai dilakukan, barulah underwriter dapat mengelompokan calon tertanggung ke dalam kategori risiko yang sesuai dengan faktor-faktor yang memengaruhinya itu.

Ada empat kategori risiko dalam asuransi, yaitu: declined risk, substandard risk, standard risk, dan preferred risk. Semakin tinggi risiko (substandard risk ), semakin besar pula premi yang dibebankan kepada calon tertanggung.

Untuk risiko yang paling tinggi (declined risk), perusahan asuransi tidak dapat menerima risiko tersebut. Karena itu, tak heran banyak orang yang mengajukan asuransi, setelah melalui proses yang cukup panjang – cek medis, dll. – akhirnya perusahaan asuransi tidak menerimanya sebagai nasabah asuransi. Karena berdasarkan proses underwriting tersebut, calon tertanggung dinilai sebagai declined risk atau memiliki risiko paling tinggi.

Sementara, calon tertanggung dengan risiko terendah (preferred risk) akan mendapat premi yang relatif lebih murah, namun dalam praktik, biasanya premi disamakan dengan yang standard risk.

Apakah proses underwriting menyulitkan calon tertanggung?

Semestinya dapat dipahami sebagai tidak menyulitkan. Karena tindakan tersebut dilakukan demi tercapainya banyak tujuan. Salah satunya adalah agar calon tertanggung mendapatkan beban premi yang sesuai dengan resiko yang dimiliki. Sehingga, tercipta keadilan dalam pembebanan premi.

Mengapa harus adil dalam pembebanan premi? Sebab, ada ribuan tertanggung lain yang memiliki hak yang sama, ketika ia mengalami risiko.[]

(Diolah dari Jurnal Allianz)

Layanan konsultasi asuransi GRATIS dapat menghubungi kami, Agen Asuransi Allianz di Bekasi, Cikarang, dan sekitarnya.

Dede Sulaeman (Business Executive Allianz Star Network)

Kontak: 085767622961 (Tlp/WA) – Email: desulanakata@yahoo.com

Iklan

Tentang Dede Sulaeman

Business Executive Allianz Star Network [] HP/WA 085767622961 [] Email: desulanakata@yahoo.com [] Tinggal di Cikarang Utara, Bekasi.
Pos ini dipublikasikan di Seputar Asuransi dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s