Rahasia Supaya Orang Kaya Tidak Bangkrut

Dalam sebuah sesi, seorang Senior Business Partner kami di Allianz Star Network (ASN) memberikan pemaparan yang mengejutkan. Ia mengatakan banyak orang kaya yang bangkrut. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri.

Ia mengatakan bahwa menurut data statistik, setiap tahunnya ada 3.000 orang yang bangkrut di Singapura; ada 30.000 orang Hongkong yang bangkrut; ada 100.000 orang Jepang yang bangkrut; bahkan di Amerika Serikat, setiap tahunnya ada 1 juta orang yang bangkrut.

Mengapa orang kaya bangkrut? Jawabnya, karena mereka sibuk mengurus bisnis dan lupa menyiapkan aspek lainnya. Hari ini orang kaya sibuk dengan bisnis dan aset-asetnya, sampai ia lupa membangun aset yang lain. Keuntungan bisnis mereka putar lagi dengan bisnisnya. Bahkan berani berutang ke bank dengan alasan ekspansi bisnis.

Mereka hanya memiliki satu skenario, yaitu bisnis yang untung dan tak ada bisnis yang rugi. Leader kami yang Senior Business Partner di ASN itu menyebut, ekspansi bisnis di sana begitu menggoda dan menggairahkan bagi mereka. Sampai pada satu titik, terjadi masalah. Boleh jadi masalah hukum, ditipu oleh partner bisnis, tiba-tiba market bisnisnya dirampas oleh orang lain, sakit kritis, dan sebagainya.

Dengan begitu keuntungan perusahaan menjadi berkurang, bahkan rugi. Padahal ada ribuan karyawan yang harus digaji, ada miliaran rupiah bunga pinjaman bank yang harus dibayar setiap bulan. Bisnis yang sebelumnya untung, bulan demi bulan mengalami kerugian, sementara untuk memulihkan market bukan pekerjaan mudah yang bisa dilakukan dalam satu malam.

Akhirnya, pada satu titik, sang pemilik bisnis harus menyerah. Bank pun tidak lagi percaya karena kredit macet. Maka, sang pemilik bisnis menjadi salah satu dari jutaan orang kaya yang bangkrut. Ini problem besar yang harus dimengerti dan diantisipasi sebelum masalah itu benar-benar terjadi.

Bagi yang tak terlalu paham dunia bisnis, tentu saja informasi ini mengagetkan. Tapi, melihat alasan yang diungkapkan – lupa membangun aset yang lain – maka orang kaya bangkrut, menjadi sesuatu yang wajar.

Lalu, bagaimana supaya orang kaya tidak bangkrut? Dari penjelasan itu, yang menjadi kata kuncinya adalah membangun aset yang lain yang tujuannya untuk mem-backup bisnis ketika terjadi masa-masa sulit.

Maka inilah rahasianya. Adalah dengan membangun aset properti dan money market fund (deposito). Dua aset ini akan sangat membantu ketika bisnis yang dijalankan sedang goyah. Jika bisnis terjadi masalah, properti dan deposito bisa menjadi solusi, setidaknya untuk jangka pendek.

Oleh karena itu, sebagaimana disampaikan perencana keuangan, para pebisnis harus menyisihkan 10-50 persen dari keuntungan bisnisnya untuk membangun aset properti dan deposito (many market fund). Jangan lupakan ini, karena seperti hari yang tidak selalu panas, adakalanya hujan turun dengan lebat. Bisnis tidak selalu mulus, ada saja masalah yang mengguncang. Karena itu penting untuk memiliki backup keuangan.

Lalu, apakah cukup dengan dua aset itu? Belum. Kenapa belum? Karena ada kemungkinan gangguan lain yang mungkin menimpa pemilik bisnis, yaitu sakit kritis yang akan membutuhkan biaya pengobatan cukup besar, bahkan sampai miliaran rupiah.

Jika pemilik bisnis yang sedang memperluas ekspansi bisnisnya terkena sakit kritis, setidaknya akan terjadi dua dampak yang ditimbulkan: keuangan dan aspek leadership. Biaya berobat sakit kritis yang sangat besar tentu sedikit banyak akan memengaruhi sistem keuangan sebuah bisnis yang dijalankan.

Dan aspek kepemimpinan yang menjadi komponen penting dalam sebuah bisnis, setelah sistem bisnis, pasti akan terganggu ketika seorang pemilik bisnis terkena sakit kritis dan harus melakukan pengobatan.

Aspek leadership sebetulnya bisa diantisipasi dengan menyiapkan leader-leader yang andal di bawah pemilik bisnis – mulai dari direktur sampai kepada para pemimpin divisi di bawahnya. Makanya, penting bagi pemilik bisnis untuk menyiapkan aspek leadership sejak dini, supaya ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti sakit kritis, bisnis tetap akan berjalan dan tidak teralu terpengaruh.

Sementara aspek keuangan sebagai dampak dari sakit kritis yang akan mengganggu sistem keuangan bisnis harus diantisipasi dengan langkah lain. Yang paling tepat adalah asuransi, karena asuransi mampu menyiapkan proteksi untuk biaya sakit kritis yang besar secara instan.

Ketika seseorang mengambil program asuransi sakit kritis dan polis sudah dinyatakan aktif (inforce), maka setelah 90 hari usia polis, proteksi sakit kritis akan berlaku dan siap membiayai pengobatan sakit kritis dengan uang tunai yang besar.

Karena itu, uang pertanggungan asuransi yang harus diambil juga harus besar, setidaknya 1 miliar – semakin besar akan semakin baik, karena nilai backup keuangannya akan jauh lebih besar.

Selain asuransi sakit kritis, pertanggungan lain yang wajib diambil dengan uang pertanggungan minimal 1 miliar adalah asuransi jiwa. Ini penting, karena selain sebagai warisan bagi keluarga yang dicintai pemilik bisnis, uang pertanggungan jiwa yang besar juga bisa dijadikan backup untuk melunasi utang, kalau-kalau ada utang yang harus dilunasi sepeninggal sang pemilik bisnis, sehingga keluarga yang ditinggalkan tidak mengalami kesulitan keuangan.

Secara ringkas bisa disimpulkan, ada tiga kata kunci keuangan di dalam sebuah bisnis: asuransi (warisan 1 miliar dan proteksi 1 miliar), aset bisnis (sistem dan leadership) + aset equity fund (saham), properti dan many market fund (deposito). Inilah rahasia keuangan, sekaligus menjadi jawaban dari ‘rahasia supaya orang kaya tidak bangkrut’.

Nah, dari rahasia tersebut terkandung empat hal, yaitu warisan, proteksi, saham, dan deposito. Ajaibnya, keempat hal tersebut ada di dalam satu produk asuransi, yaitu tabungan dan proteksi (Tapro) Allianz.

Mari kita amati ilustrasi Tapro Allanz berikut:

 

Tn Pemilik Bisnis Revisi

Gambar: proteksipenghasilan.com

Tapro Allianz: (1) warisan 1 miliar dijamin seumur hidup atau sampai usia 100 tahun; (2) proteksi 1 miliar untuk menjamin dari risiko 100 kondisi sakit kritis sampai usia 100 tahun; (3) saham dan deposito.

Berikut gambaran ringkas kinerja investasi asuransi (unit link) Allianz di tahun-tahun lalu:

Ringkasan Kinerja Investasi

Tabel: proteksipenghasilan.com

Keterangan: Kinerja investasi masa lalu tidak menjamin kinerja masa mendatang dan hasil return di atas belum dikurangi biaya asuransi.

Dengan melihat ringkasan ilustrasi tersebut, maka milikilah aset Tapro (warisan 1 miliar + proteksi 1 miliar + saldo saham dan deposito) dan aset properti yang dibeli secara terpisah. Semua hal ini akan mampu mem-backup bisnis yang sedang melakukan banyak ekspansi.

Jadi, tunggu apa lagi?! Segera hubungi agen asuransi Allianz terpercaya untuk mengkonsultasikan sesuatu yang sangat penting ini.[]

(Artikel ini diolah dari kurikulum training bisnis ASN – busster.net)

Layanan konsultasi asuransi GRATIS dapat menghubungi kami, Agen Asuransi Allianz di Jakarta, Bekasi, Cikarang, Karawang, dan sekitarnya.

Dede Sulaeman (Business Executive Allianz Star Network)

Kontak: 085767622961 (Tlp/WA) – Email: desulanakata@yahoo.com

Iklan

Tentang Dede Sulaeman

Business Executive Allianz Star Network [] HP/WA 085767622961 [] Email: desulanakata@yahoo.com [] Tinggal di Cikarang Utara, Bekasi.
Pos ini dipublikasikan di Perencanaan Keuangan dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s