Tanya Jawab Seputar Asuransi Syariah

Gambar Tanya JawabAsuransi syariah hadir untuk menjawab beberapa hal terkait perencanaan keuangan bagi masyarakat, khususnya keluarga-keluarga muslim. Asuransi syariah dirumuskan dan ditetapkan sebagai produk keuangan dengan tujuan untuk menyongsong masa depan dan upaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya risiko dalam kehidupan ekonomi yang akan dihadapi, yaitu dengan mempersiapkan sejumlah dana tertentu sejak dini melalui asuransi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam.

Berikut petikan tanya jawab mengenai asuransi syariah. Tanya jawab ini dimaksudkan supaya hal-hal yang terkait asuransi syariah dapat dipahami dengan lebih mudah.

Tanya: Apa itu asuransi syariah?

Jawab: Asuransi syariah (ta’min, takaful, atau tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset (dana yang diinvestasikan dalam instrumen syariah) dan/atau tabarru’ (dana kebajikan yang dikumpulkan para peserta asuransi) yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.

Tanya: Maksudnya bagaimana?

Jawab: Sederhananya begini, masing-masing peserta asuransi menyetor premi, lalu dikumpulkan dan dititip-kelolakan kepada perusahaan asuransi. Kalau ada salah satu peserta yang sakit, maka peserta tersebut akan diberikan sejumlah dana yang besarnya sesuai dengan yang tertera dalam kontrak polis asuransi.

Tanya: Uang yang dikumpulkan itu milik siapa?

Jawab: Setidaknya dana tersebut dibagi menjadi tiga: dana tabarru’ (untuk menolong yang terkena risiko) yang menjadi hak para peserta yang terkena risiko saja; dana investasi yang dikembangkan di dalam instrumen syariah, ini menjadi hak peserta yang besarnya ditentukan oleh kinerja investasi; dan ujrah (upah), sebagai imbal jasa pengelolaan keuangan dana para peserta asuransi, ini menjadi hak perusahaan asuransi.

Tanya: Kalau syariah, akadnya juga sesuai syariah ya?

Jawab: Ya, akadnya sesuai dengan syariah Islam. Maksudnya tidak mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, zhulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram, dan maksiat.

Tanya: Lalu, akad apa saja yang diterapkan dalam asuransi syariah?

Jawab: Akad yang dilakukan antara peserta dengan perusahaan asuransi, yaitu akad tijarah, akad tabarru’, dan akad wakalah bil ujrah.

Tanya: Apa itu akad tijarah?

Jawab: Akad tijarah yang dimaksud di sini adalah mudharabah (komersil), yaitu semua bentuk akad yang dilakukan untuk tujuan komersil. Akad ini diterapkan pada asuransi unit link syariah (misalnya, Tapro Allisya Protection Plus), yaitu untuk pengelolaan dana investasi yang dikembangkan dalam instrumen investasi syariah.

Tanya: Bagaimana dengan akad tabarru’?

Jawab: Akad tabarru’ adalah semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan untuk tujuan komersil. Yang dimaksud akad tabarru’ di sini adalah hibah (pemberian).

Tanya: Lalu, apa pula akad wakalah bil ujrah?

Jawab: Akad wakalah bil ujrah adalah akad pemberian kuasa dari para peserta asuransi kepada perusahaan asuransi dengan imbalan pemberian ujrah (upah/fee) dengan pertimbangan profesionalisme.

Baca juga: Wakalah bil Ujrah dalam Asuransi Syariah

Tanya: Dalam penerapannya, apakah bisa akad tijarah diubah menjadi akad tabarru’ dan sebaliknya?

Jawab: Jenis akad tijarah dapat diubah menjadi jenis akad tabarru’, apabila pihak yang tertahan haknya, dengan rela melepaskan haknya sehingga menggugurkan kewajiban pihak yang belum menunaikan kewajibannya. Misalnya, dalam produk unit link syariah, dana investasi yang sebelumnya menggunakan akad tijarah (mudharabah) bisa dikeluarkan untuk memenuhi dana tabarru’ yang ditarik setiap bulan dengan menggunakan akad tabarru’. Namun demikian, untuk akad tabarru’ tidak dapat diubah menjadi akad tijarah.

Tanya: Bagaimana kedudukan para pihak dalam akad tijarah, tabarru’ dan wakalah bil ujrah?

Jawab: Dalam akad tijarah (mudharabah), perusahaan bertindak sebagai mudharib (pengelola) dan peserta bertindak sebagai shahibul mal (pemegang polis). Lalu, dalam akad tabarru’ (hibah), peserta memberikan hibah yang akan digunakan untuk menolong peserta lain yang terkena musibah. Sedangkan perusahaan bertindak sebagai pengelola dana hibah, dengan prinsip akad wakalah bil ujrah.

ARTIKEL TERKAIT

Tanya: Seperti telah disinggung, dalam asuransi syariah – seperti juga pada asuransi non syariah (konvensional) – ada yang disebut premi. Yang dimaksud premi dalam asuransi syariah seperti apa?

Jawab: Premi adalah kewajiban peserta asuransi untuk memberikan sejumlah dana kepada perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam akad. Dalam asuransi syariah, premi yang disetorkan nasabah tetap menjadi hak nasabah – dana tabarru’ diniatkan untuk dana kebajikan (non saving) dan dana investasi (saving) dititip-kembangkan dalam instrumen investasi syariah – sedangkan perusahaan asuransi hanya sebagai pengelola yang diberikan upah (ujrah) sesuai kesepakatan nasabah dengan pihak perusahaan asuransi.

Tanya: Bagaimana menentukan besaran premi?

Jawab: Untuk menentukan besarnya premi perusahaan asuransi syariah dapat menggunakan rujukan, misalnya tabel mortalita untuk asuransi jiwa dan tabel morbidita untuk asuransi kesehatan, dengan syarat tidak memasukkan unsur riba dalam penghitungannya. Hal-hal menyangkut premi ini merujuk pada penjelasan akad tijarah, tabarru’ dan wakalah bil ujrah.

Tanya: Dalam asuransi syariah, ada yang disebut klaim, apa itu?

Jawab: Klaim adalah hak peserta asuransi yang wajib diberikan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan kesepakatan dalam akad. Secara prinsip syariah Islam yang ditetapkan berdasarkan fatwa DSN MUI, klaim disediakan dari kumpulan dana tabarru’ para nasabah (peserta) yang diperuntukkan bagi peserta asuransi yang terkena risiko, misalnya sakit atau meninggal dunia (risiko yang mengandung hak klaim, ditetapkan berdasarkan kesepakatan polis asuransi). Hal ini merujuk pada penjelasan akad tabarru’.

Demikian, tanya jawab seputar asuransi syariah. Semoga dapat menjadi tambahan pengetahuan.

Untuk layanan konsultasi asuransi syariah secara GRATIS dapat menghubungi kami, Agen Asuransi Allianz di Jakarta, Bekasi, Cikarang, Karawang, dan sekitarnya.

Dede Sulaeman (Business Executive Allianz Star Network)

Kontak: 085767622961 (Tlp/WA) – Email: desulanakata@yahoo.com

Iklan

Tentang Dede Sulaeman

Business Executive Allianz Star Network [] HP/WA 085767622961 [] Email: desulanakata@yahoo.com [] Tinggal di Cikarang Utara, Bekasi.
Pos ini dipublikasikan di Seputar Asuransi Syariah dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s